Friday, 21 October 2016

KEUTAMAAN MENGHADIRI MAJELIS ILMU (1)



1.      Kewajiban setiap Muslim.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menimba Ilmu agama hukumnya wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)
2.      Mendapatkan pahala haji yang sempurna

مَنْ غَدَا إلى مسجد لا يريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه ، كان له كأجر حاج ، تاما حجته

"Barangsiapa yang pergi ke masjid, tidak ada yang diinginkannya kecuali untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarkan kebaikan. Maka baginya pahala seperti orang yang melakukan haji dengan sempurna." (HR. Suyuti)
3.      Mendapatkan ganjaran fi sabilillah.
مَنْ خَرَجَ في طَلَبِ العِلْمِ فَهُوَ في سَبيلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
“Barangsiapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka dia berada di jalan Allah sampai pulang.” ( HR. Tirmidzi)

4.      Mendapatkan ketenangan, rahmat dan dibangga-banggakan oleh Allah.

 
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
”Dan tidaklah sekelompok orang berkumpul di dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah; mereka membaca Kitab Allah dan saling belajar diantara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya.” (HR. Muslim).
5.      Diampuni dosa-dosanya

مَا جَلَسَ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالىَ فَيَقُوْمُوْنَ حَتَّى يُقَالُ لَهُمْ: قُوْمُوْا قَدْ غَفَرَ اللهُ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَبُـدِّلَتْ سَيِّئَاتُكُمْ حَسَنَاتٍ

“Tidaklah duduk suatu kaum, kemudian mereka mengingat Allah dalam duduknya hingga mereka berdiri, melainkan dikatakan (oleh malaikat) kepada mereka: Berdirilah kalian, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosa kalian dan keburukan-keburukan kalian pun telah diganti dengan berbagai kebaikan.” (HR.Thabrani)

6.      Naungan Malaikat
وإنَّ الملائكةَ لَتضعُ أجنحتَها لطالبِ العلمِ رضًا بما يصنعُ
“Dan sesungguhnya para malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya kepada para penuntut ilmukan karena ridho atas yang telah dilakukan.”

7.      Dipintaskan jalan masuk ke dalam syurga
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
"Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga." (HR Muslim)
8.      Allah menghendaki kebaikan atas penuntut ilmu.

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka Allah akan menjadikan dia faham dalam bidang agama.” (HR Bukhari)


Semoga bermanfaat.

Wednesday, 19 October 2016

ISLAM AGAMA KASIH SAYANG


1.      Ragam rupa kejahatan dan kebencian bukan dari Islam.
اِنَّ اْلفُحْشَ وَ التَّفَحُّشَ لَيْسَ مِنَ اْلاِسْلاَمِ فِى شَيْءٍ
“Kejahatan dan kebencian, keduanya tidak ada sangkut pautnya dengan Islam.” (HR. Tirmidzi)

2.      Adanya kasih sayang pada diri seseorang tanda ia dicintai Allah.
وَاِذَا اَحَبَّ اللهُ عَبْدًا اَعْطَاهُ الرّفْقَ. مَا مِنْ اَهْلِ بَيْتٍ يُحَرَّمُونَ الرّفْقَ اِلاَّ حُرِمُوْا

“Dan apabila Allah mencintai kepada seorang hamba, Allah memberinya kasih sayang.Dan tidaklah suatu keluarga yang terhalang dari kasih sayang, melainkan mereka terhalang pula dari kebaikan.” (HR. Dawud)







3. Berlemah lembut adalah sifat ‘defaultnya’ seorang muslim.
“Seseorang kencing di dalam masjid, maka sahabat bergerak untuk meringkus orang tersebut, Rasulullah kemudian bersabda :
دَعُوْهُ وَ اَرِيْقُوْا عَلَى بَوْلِهِ سَجْلاً مِنْ مَاءٍ اَوْ ذَنُوْبًا مِنْ مَاءٍ، فَاِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسّرِيْنَ وَ لَمْ تُبْعَثُوْا مُعَسّرِيْنَ.
“Biarkanlah dia, siram saja pada bekas kencingnya dengan air, karena sesungguhnya kamu sekalian diutus untuk memberi kemudahan bukan diutus untuk membuat kesukaran/kesusahan.” (HR. Bukhari)
 وَبَشّرُوْا وَ لاَ تُنَفّرُوْا.
“Dan gembirakanlah (orang lain) dan jangan kalian membuat mereka lari”. (HR. Bukhari)
4.      Menyayangi makhluk akan mendatangkan kasih sayang Allah dan para malaikatNya.
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ؛ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
“Orang-orang yang penyayang akan disayangi Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah siapa yang ada di atas muka bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh siapa yang ada di langit.”( HR. Tirmidzi)
5.      Yang tidak meyayangi  makhluk tidak akan disayangi Khalik
مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ
 “Barangsiapa tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi.” (HR. Bukhari)
6.      Berkasih sayang adalah bukti keimanan.
لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا.
 “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam.

Friday, 14 October 2016

KEUTAMAAN MENGHAFAL AL QUR’AN



1.      Menjadi sebaik-baik umat Rasululah. [1]
2.      Mendapat derajat yang sangat tinggi. [2]
3.      Yang paling berhak dalam kepemimpinan bila memiliki kecakapan.[3]
4.      Menjadi keluarga Allah ta’ala[4]
5.      Termasuk golongan yang wajib untuk diagungkan.[5]
6.      Kedudukannya disamakan Malaikat.[6]
7.      Pemberi Syafa’at.[7]
8.      Mengenakan makhota kebesaran diakhirat.[8]
9.      Mulia di dunia dan diakhirat.[9]
10.  Bukti kecintaan kepada Allah dan Rasulnya.[10]
11.  Orang tuanya akan dikenakan mahkota kebesaran di hari kiamat.[11]



[1] “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
[2] "Barangsiapa yang menghafal Al Qur’an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya." (HR. Hakim)
[3] "Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)
[4] "Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)
[5] "Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah adalah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas dan tidak menjauhinya dan Penguasa yang adil." (HR. Abu Daud)
[6] "Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun ‘alaih)
[7] "Seesungguhnya ia (al Qur’an) adalah pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para penghafalnya.” (HR. Muslim)
[8] “Barangsiapa yang membaca Al-Qur`an, mempelajarinya dan mengamalkannya kelak pada hari kiamat dikenakan mahkota dari cahaya yang sinar kemilaunya seperti cahaya matahari.” (HR. Al Hakim)
[9] “Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini.” (HR. Muslim)
[10] Ibnu Mas’ud berkata : “Barangsiapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah, jika ia mencintai Al Quran maka ia mencintai Allah dan Rasul-Nya” (HR. Baihaqi)
[11] “Dan bagi kedua orang tuanya masing-masing dikenakan untuknya dua pakaian kebesaran yang tak bisa dinilai dengan dunia. Maka kedua orangtuanya bertanya: ‘ karena apa kami diberi pakaian seperti ini?’ Maka dijawab: ‘Karena anak kalian menghapal Al-Qur`an.” (HR. Al Hakim)